19 Juni 2010

Waspada Investasi

Dengan maraknya bisnis yang katanya investasi saya kembali tergerak untuk menulis kembali dan mengingatkan kepada para investor agar selalu waspada. Jika kita berbicara bisnis investasi online di Indonesia selama 2 tahun terakhir saya kembali teringat akan

http://www.inter-metrofund.com

http://mandiriinvesta.com

http://www.profitbarokah.com

http://www.speedline-inc.com

dan yang terbaru

http://investasi-amanah1.com

Sedikit akan saya kutip kembali tulisan seorang teman tentang investasi berikut petikannya “Terkadang sedih rasanya melihat banyak orang yang setiap kali terjebak “investasi” (dalam tanda kutip) yang nggak bener, karena belum mengerti investasi yang benar itu seperti apa. Investasi itu, menurut Benjamin Graham (gurunya Warren Buffet), adalah “an operation which, upon thorough analysis, promises safety of principal and an adequate return. Operations not meeting these requirements are speculative”.

Dalam bahasa Indonesianya kira kira :

sebuah operasi, dimana melalui analisa yang mendalam, menjanjikan keamanan modal pokok dan tingkat keuntungan yang pantas/layak. Operasi yang tidak memenuhi persyaratan ini adalah spekulatif

Dalam definisi di atas ada 3 elemen yang penting buat sebuah investasi:

1. Kita harus melakukan analisa yang mendalam

Apa nih artinya? Artinya kita mesti pelajarin data data tentang investasi kita. Tidak cuma dengerin kata orang doang. Pelajari apakah model investasi itu benar feasible. Misalnya ada yg nawarin invest warnet, coba tanya teman teman yg punya warnet. Kalau nggak ada, luangin waktu liat gimana operasi warnet pada umumnya. Cari insider info dari karyawan warnet kalau perlu, tanya mereka per hari ada berapa jam, tapi minta data beneran jgn cuma omong “rame terus pak”. Hitung estimasi pendapatan, hitung estimasi biaya (listrik mahal sekarang!), hitung biaya sewa, karyawan, penyusutan komputer dan lain lain. Repot? Tidak serepot kalau modal investasi kita hilang dan mesti ngumpulin modal lagi.

2. Kita harus berusaha sebisa mungkin menjaga keamanan modal pokok kita

Modal pokok kita adalah ibaratnya pohon di taman kita. Kalau cuma buah dicuri, tahun depan bisa berbuah lagi. Kalau misalnya dahan dipatahin orang, biarpun mengganggu, selama pohon masih hidup, masih bisa kita nikmatin buahnya tahun depan. Tapi kalau sampai pohon ini roboh? Harus diingat, SEMUA investasi itu ada resikonya. Bahkan anda beli Surat Utang Negara ataupun US Treasury Bonds pun masih ada resikonya, cuma resikonya sangat kecil saja.Jadi kalau ketemu orang nawarin investasi yang bilang NO RISK, langsung tinggalin saja, karena itu udah misleading, atau lebih parah lagi sedang mencoba buat scam kita.

3. Kita harus berusaha mencapai tingkat pengembalian/keuntungan yang “PANTAS”/”LAYAK”, bukannya “LUAR BIASA”.

Salah satu aturan utama yang kita harus selalu ingat, baik kita invest maupun spekulasi itu adalah “return proportionate to risk” atau “keuntungan itu berbanding dengan resiko”. Risiko rendah memberikan tingkat Return/untung yang rendah. Resiko tinggi itu menawarkan tingkat Return yang tinggi. Tidak ada yang namanya “Resiko rendah-Return Tinggi”. Lagi lagi kalau ada yang nawarin hal seperti ini, langsung aja tinggalin, karena kalau bukan misleading, ya berarti lebih parah lagi alias scam. Kalau baca koran sekarang, banyak yang nawarin “mimpi” main forex/options. Klaimnya “Over 1100% profit in 1 day!!!!!” Apakah itu bohong? Tidak juga, bisa saja kejadian seperti itu, karena saya juga pemain options and stocks. Tapi realita tidak seindah itu. Mereka tidak pernah nulis bahwa utk 1 orang yang profit 1100% in 1 day itu, sudah berapa orang yang modalnya ludes semua? Bahkan sebelum profit 1100% itu atau juga sesudahnya, orang itu sudah rugi berapa? Yang difokuskan dlm iklan adalah bahwa pada 1 hari itu, orang itu menang 1100%. Padahal dengan membeli lotere kita juga bisa “menang”, beribu ribu % malahan.

Jadi berapa sih tingkat keuntungan yang “Layak”/”Pantas”? Itu tergantung kepada banyak variabel, terlalu banyak buat dibahas semua. Tapi ada satu metode yang paling gampang. Kalau ada orang yang nawarin investasi dengan untung 10% perbulan misalnya, bahkan tanpa memperhitungkan faktor compounding (bunga berbunga) itu berarti udah 120% per tahun.

Nah logikanya, kalau orang itu begitu yakin dgn proyeknya, kenapa dia tidak mengagunkan aja semua assetnya (rumah, mobil, dll), kalau perlu pinjam saudara. Bunga kredit dari bank di Indonesia itu sekarang tergantung tipenya paling 13-14%. Masih untung 100%++…

Bahkan kalau orang itu narik duit pakai kartu kredit, yang bunganya gak kalah dengan rentenir, itu baru 48% setahun, masih untung 72% setahun!!! Tapi orang ini malah nawarin investasi ini ke anda, berarti anda udah harus mulai curiga ada udang di balik batu. Jadi analisanya harus lebih mendalam lagi. Lebih baik bertanya daripada sesat di jalan, itu kan kata orang tua kita.

Nah permasalahnya, banyak orang yang tidak mengetahui hal hal diatas, lalu berpikir mereka invest, tapi gak sadar kalau mereka itu sebenarnya spekulasi, atau lebih parah lagi kena scam. Ada satu catatan penting lagi yang mesti diingat, ini gak berarti spekulasi semuanya jelek. Seperti kata Benjamin Graham :

“Just as there is intelligent investing, there’s also intelligent speculation. But there are many ways in which speculation may be unintelligent. Of these, the foremost are : (1) speculating when you think you are investing; (2) speculating seriously instead of as a pastime, when you lack the proper knowledge and skill for it”; and (3) risking more money in speculation than you can afford to lose”

Indonesianya kira-kira :

“Sama halnya bahwa ada Investasi dengan cerdik, ada juga Spekulasi dengan cerdik. Tetapi ada beberapa kondisi dimana spekulasi mungkin tidaklah cerdik, terutama : (1) Berspekulasi sambil menganggap bahwa anda itu berinvestasi (2) Berspekulasi secara serius (dan bukan utk bermain-main), padahal tidak mempunyai pengetahuan maupun keahlian utk itu; dan (3) Mempertaruhkan uang di spekulasi dalam jumlah yg terlalu besar”.

Happy Investing!

Kejadian yang banyak dialami user forbiz (ikut program FM yg akhirnya scam) adalah kesalahan seperti yang disebut oleh benjamin graham. Banyak user forbiz yang berpikir bahwa mereka investasi, padahal sebenarnya spekulasi karena (1) mereka menaruh uang tanpa menganalisa model bisnisnya bahkan kadang tidak tau bisnisnya itu apa (cuma berdasarkan modal trust dengan FM), (2) tidak ada jaminan sama sekali untuk keamanan modal pokok investasi mereka, dan (3) mengharapkan tingkat return yg tidak wajar.

Mau spekulasi sih sah-sah saja, ASAL seperti yang dikatakan Benjamin Graham:

1. Kita sadar bahwa ini spekulasi, bukan investasi, jadi ada chance besar bahwa modal pokok anda gak akan kembali

2. Kita tidak spekulasi secara serius, hanya buat iseng, terlebih jika kita nggak ada info/pengetahuan yang mendalam soal spekulasi kita (kalau bisnisnya apa saja tidak tahu, ini kan berarti kita infonya gak mendalam)

3. Spekulasi dengan jumlah uang yang bisa kita tanggung. Jangan berspekulasi dalam jumlah terlalu besar buat kita, yang kalau kita kehilangan uang ini akan sangat mengganggu kondisi finansial kita. (ini juga umum kejadian di forbiz)

Permasalahannya memang banyak orang yang terbuai mimpi yang dijual oleh FM. Return 120% saja kadang masih dibilang normal. Kadang sampai geleng geleng kepala saya baca prospektus “INVESTASI”(lagi lagi geleng geleng) yang dikasih sama “Fund Manager” di sini (again geleng geleng).

Sekedar info, rekor mutual fund terbaik untuk periode 20 tahun itu dipegang oleh Fund Manager legendaris Peter Lynch dari Fidelity Magellan fund, yaitu dari tahun 1974-1994, yaitu sebesar 25,8% per tahun selama periode 20 tahun ini.

Saya yakin saat baca ini pasti ada yg mikir, “tapi kan gue gak ada rencana selama itu, ikutan bentar saja sesudah itu exit”. Nah kalaupun misalnya kita beruntung sempat exit dengan selamat, kejadiannya apakah kemenangan itu lalu kita simpan di balik bantal dan kita diamkan terus? Kan tidak. Yang terjadi adalah kita merasa “pintar” dan semakin percaya diri. Kalau spekulasi yang pertama misalnya cuma gaji 1 bulan, berikutnya gaji 6 bulan. Kalau masih selamat juga (sudah kecil kemungkinannya) nanti pinjam uang dan gadai rumah buat spekulasi. Akhir ceritanya? Sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Namanya juga spekulasi.

Ada analogi seperti ini : misalnya Jakarta Bogor itu jaraknya 60km. Misalnya Kita taat peraturan bawa mobil kecepatan 90 km per jam, sampainya dalam waktu 40 menit. Tapi orang lain bawa Ferrari kecepatan 360 km per jam. Dia sampai Bogor dalam waktu cuma 10 menit. Tapi apa berarti itu dia lebih “hebat” dari kita? Kalau setiap hari bawa bolak balik seperti itu, berapa chancenya dia masih selamat setelah 1 tahun atau 2 tahun atau 10 tahun? Di saat itu kan baru keliatan siapa yang sebenarnya “pintar”.

Begitu juga dengan tingkat untung. Kita gak boleh serakah hingga akhirnya segala akal sehat hilang dan terbuai mimpi yang gak realistis. Unless judi, jual narkoba atau juga bisnis yang bersifat gambling/untung-untungan, atau juga kriminal, boleh dibilang nggak ada bisnis yang ditawarkan ke kita gak akan bisa memberikan tingkat return seperti yang banyak ditawarin di forbiz ini.”

Kembali kepada bisnis online di Indonesia selama 2 tahun terakhir

http://www.inter-metrofund.com

http://mandiriinvesta.com

http://www.profitbarokah.com

http://www.speedline-inc.com

dan yang terbaru

http://investasi-amanah1.com

urutan 1.2. 3 sepertinya sudah tutup 4 masih harap harap cemas dan yang ke 5 masih jalan.

Jika kita bandingkan dari ke-5 BO di atas pastinya yang paling spektakuler adalah yang terakhir dan masih berjalan.

http://investasi-amanah1.com (IA1) memberikan return yang sangat fantastis dan mencengangkan 200% sebulan….. tak terbayangkan makmurnya jika itu mampu di wujudkan selama setahun…. Jika itu mampu di wujudkan mungkin tanda kiamat besar sudah benar-benar tampak di mana tidak akan ada lagi orang yang mau menerima sedekah karena setiap orang akan bersedekah. Bisa di bayangkan dengan dana 100 juta rupiah decompounding selama setahun akan menjadi Rp. 53.144.100.000.000,-

Hal-hal yang perlu dimengerti untuk semua investor adalah sebagai berikut:

1. APAPUN NAMANYA BISNIS FOREX ADALAH BISNIS BERESIKO TINGGI (HIGH RISK) BUKAN LOW RISK.

Di situs resminya www.investasi-amanah1.com tertulis bahwa bisnis ini adalah bisnis Low Risk, seolah-olah bisnis ini sangat aman, tapi ketahuilah bahwa pihak IA1 TIDAK MENJAMIN DANA ANDA, alias TIDAK ADA JAMINAN! Pertanyaannya apakah masih bisa dikatakan LOW RISK jika tidak ada jaminan keamanan dana investor? Mungkin anda akan berkata bahwa setiap bisnis ada resikonya, saya katakan benar, setiap bisnis ada resikonya, dan harusnya setiap investor sudah tahu dan sudah siap menanggung resikonya jika suatu saat dana mereka loss. Tapi kenyataan di lapangan, konsorsium-konsorsium IA1 yg berada di daerah-daerah TIDAK PERNAH MENJELASKAN RESIKO BISNIS INI KEPADA MASYARAKAT AWAM, masyarakat hanya dijanjikan dengan iming-iming keuntungan berlipat ganda di balik topeng ‘Amanah’ IA1 yg terbukti ampuh menjaring investor-investor awam (masyarakat awam) yg TIDAK FAHAM sama sekali dengan FOREX. Lalu bagaimana jika suatu saat trader IA1 mengalami LOSS, apakah masyarakat awam tersebut siap mental kehilangan dana mereka? Tahukah anda siapa yg diuntungkan? Yang diuntungkan adalah konsorsium daerah, karena MEREKA TANPA MODAL pun bisa menikmati hasil investasi dari member-member yg mereka rekrut yg jumlahnya bisa mencapai 100% dari keuntungan membernya.

2. BISNIS INVESTASI AMANAH IA1 ADALAH BISNIS ILLEGAL!

Mengumpulkan dana masyarakat hanya boleh dilakukan oleh lembaga/instansi yang mempunyai izin seperti Bank, broker, dll. Apapun namanya baik sosial maupun profit yang mengumpulkan dana nasabah untuk kepentingan bisnis tanpa ada izin adalah ILLEGAL, apalagi ini jumlahnya mencapai ratusan milyar! inilah kedok yg dipakai oleh IA1 berlindung dibalik topeng PAGUYUBAN AMANAH berharap agar aman dari perizinan, kita tunggu saja ada pihak-pihak yang melaporkan kejalur hukum, cepat atau lambat biasanya akan tercium juga oleh hukum, seperti yg baru saja ambruk, Mandiri Investa, sebagai investor harusnya anda berinvestasi ditempat yg aman dan legal, jangan mudah tergiur dengan iming-iming 1000% kecuali ANDA SUDAH SIAP MENERIMA SEGALA RESIKONYA!

Anda bisa baca di http://waspada-investasi.bapepam.go.id/ karena syarat syaratnya tidak terpenuhi untuk bias dikatakan legal.

3. TRADER IA1 TIDAK TRANSPARAN dan TIDAK ADA JAMINAN/BUKTI TRADER PROFIT SECARA KONSISTEN TANPA LOSS

Ratusan milyar dana investor yg masuk ke rekening admin IA1 pusat (sebagian besar dari konsorsium daerah), tidak jelas dikelola kemana, apakah benar-benar ditradingkan atau kemana tidak tahu, karena trader sifatnya tertutup, berbeda dengan sistem PAMM (Percentage Allocation Management Module) di mana investor bisa melihat history trading admin, dan bisa mengetahui berapa keuntungan/kerugian dari hasil trading. Sementara di IA1? apakah member yang sudah cair profitnya yakin bahwa profit yg mereka terima murni hasil trading? atau dari uang member konsorsium yang setor dana terakhir sesudah mereka?

4. TIDAK KONSISTEN DAN MERAGUKAN

Di situs jelas tertulis: TIDAK ADA PIHAK YANG DIRUGIKAN
Investasi-Amanah1.Com merupakan investasi yang low risk (kemungkinan rugi kecil), semua pembayaran akan langsung masuk ke rekening anda setiap bulannya sesuai dengan tanggal anda daftar di website kami. Kenyataannya profit member sering kali telat dibayarkan sampai berminggu-minggu, di lain sisi ada yang salah transfer/kelebihan transfer hingga milyaran rupiah? lho kok bisa? Apakah big boss kerja sendirian gak ada team? ATAU INI HANYA KONSPIRASI UNTUK MENJAGA IMAGE supaya terkesan AMANAH DAN MASIH PROFIT? Buktinya tuh, saking banyaknya profit sampe kelebihan transfer milyaran rupiah.!!makanya yg belum cair sabar yah!

Satu lagi yg bikin meragukan adalah pernyataan big boss sendiri yg menyatakan: bahwa pencairan dana (WD) dibatasi dari 400M/hari menjadi 200M/hari, artinya akan banyak terjadi keterlambatan pembayaran yg semakin besar/banyak pada member2 sebelumnya, lha kok malah big boss mempersilakan konsorsium2 daerah untuk menambah program2 invest (pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dll) dgn minimal invest 100jt dan compound minimal 3 bulan? Jangan-jangan ini big boss sedang cari backup dana utk membayar member yg sudah jatuh tempo profitnya? atau untuk backup tradingnya yg lagi floating

5. PROGRAM KONSORSIUM DAERAH YANG SEMAKIN “SERAKAH”

Dengan sistem compound 500rb selama 5 bulan akan menjadi 275.000.000,- Siapa yang tidak mau? Tapi apakah ada yg bisa menjamin bahwa ini akan berhasil? Apakah kalo program ini tidak berhasil ada jaminan pengembalian dana investor? Siapa yang bertanggung jawab? Semoga sang big boss diberikan kesahatan jasmani dan rohani, untuk bisa diperas otak dan tenaganya untuk profit minimal 1000% secara konsisten tanpa LOSS sekalipun. Dan pastinya backup dana dari konsorsium2 daerah harus selalu mengalir. kalo tidak maka ada kemungkinan bakalan……….

Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan IA1. Visi dan misi yg bagus jika sistem tidak terkendali maka ujung-ujungnya akan ke laut juga. Saya senang IA mampu membantu memakmurkan orang banyak untuk saat ini dan saya sangat berharap untuk kedepannya pun demikian.
Buat teman-teman investor percayalah bahwa trader adalah orang yang bertanggung jawab. Dia akan berjuang sekuat mungkin mempertahankan account tradingnya akan tetapi jangan dicaci ketika gagal. Dia sudah berkorban banyak waktu sampai kurang tidur, sakit kurang perhatian dengan keluarga dan masih banyak lagi pengorbanannya. Saya sangat sedih ketika ingat saat itu ketika pak nur cahyo (mandiriinvesta) di puja bak dewa akhirnya dicaci tak berharga. Saat ini Pak Suaidi juga demikian bahkan dianggap satria paningit oleh membernya dan saya sangat berharap tidak berbalik cacian seperti yang dialami pak cahyo. Selamat Berjuang Bapak Suaidi. Pada anda member IA1 berharap banyak. Semoga sukses!

Terimakasih untuk seorang kawan pemilik blog sukalupa